Langsung ke konten utama

RESPONDING PAPER 9


RESPONDING PAPER 9
Ajaran Hindu Dharma Tentang Catur Marga

a.       Pengertian Catur Marga dan tujuannya
Catur Marga ialah 4 jalan atau cara mengamalkan veda dalam kehidupan dan bermasyarakat karena umat hindu tidak sama secara lahir batin maka ajaran ini sesuai dengan kmampuan umat yang menjalankannya. Terbagi menjadi 4 yakni. Tujuannya yaitu untuk menjaga. Tujuannya yakni mencapai kesempurnaan hidup lahir dan batin dengan cara menghubungkan diri melalui pemusatan pikiran kepada Tuhan. Dan juga mengamalkan ajaran veda dan mensejahterakan hidup.
b.      Macam-macamnya
Ø  Bhakti Marga yaitu cara mengamalkan veda dengan bhakti/sembahnyang baik kepada ciptaan Tuhan dan sayang kepada semua makhluk lainnya dengan cara sembahyang itu sudah mengamalkan Bhakti Marga
Ø  Karma Marga yaitu cara mengamalkan veda dengan berbuat Dharma atau kebajikan seperti mendirkan tempat suci (pura) dan merawatnya, menolong orang yang kesusahan, melaksanakan kewajiban sebagai anggota keluarga/ anggota masyarakat dan berbagai kegiatan sosial (subhakarma) lainnya yang dilandasi dengan ikhlas dan rasa tanggung jawab. Itulah pengalaman agama dengan kerja (karma).
Ø  Jnana Marga yaitu mengamalkan veda dengan menyebarkan dhama dengan berdakwah dan berdiskusi
Ø  Raja Marga mengamalkan ajaran dengan yoga dan bersemedi.
Catur Marga juga bisa di terapkan dalam sembahyang
- rasa hormat atau berserah merupakan wujud bhakti marga.
- Menyiapkan sarana kebhaktian merupakan wujud karma marga.
- Pemahaman tentang sembahyang merupakan wujud jnana marga.
- Duduk tegak-tenang-konsentrasi merupakan wjud raja marga.[1]



[1] Hadiwijono, Harun. Agama Hindu dan Buddha. Jakarta : PT. BPK Gunung Mulia. 2010. Hal : 30-37

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Jalur Pelayaran Antara India - Indonesia

( Sumber :https://www.detik.com//) (Sumber : https://www.wikipedia.org/) (Sumber:http://hinduismegue.blogspot.com/2012/11/sejarah-agama-hindu-periode-weda-zaman.html) (Sumber : https://www.antaranews.com) Melalui Jalur laut. Para penyebar agama dan budaya hindu – Buddha yang menggunakan jalur laut datang  ke Indonesia mengikuti rombongan kapal-kapal para dagang yang biasa beraktivitas pada jalur India-Cina. Rute perjalanan para penyebar agama dan budaya Hindu Buddha, yaitu dari India menuju myamar, Thailand, semenanjung Malaya, kemudian ke Nusantara. Sementara itu, dari semenanjung Malaya ada yang terus ke Kamboja, Vietnam, cina, korea dan jepang. Di antara mereka ada yang lansung dari india menuju Indonesia dengan memanfaatkan bertiupnya angin muson barat.  Melalui jalur darat. Para penyebar agama dan budaya Hindu – Buddha yang menggunakan jalur darat mengikuti para pedagang melalui jalan sutra, dari India ke Tibet terus ke utara sampai den...

Seni Sastra Dari Masa Hindu-Buddha

SENI SASTRA DARI MASA HINDU – BUDDHA   >> http://jendelahindu-buddha.blogspot.com/2011/11/hasil-seni-sastra-dari-masa-hindhu.html Hasil sastra  berbentuk prosa atau puisi : 1.  Tutur pitutur (kitab keagamaan). Jawa dan Kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme.  Dalam perkembangannya, penyebaran Islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya. Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa. Unsur-unsur dalam Islam berusaha ditanamkan dalam budaya-budaya Jawa, yaitu:             Pertunjukan wayang kulit, dendangan lagu-lagu jawa, ular-ular (patuah yang berupa filsafat), cerita-cerita kuno, hingga upaca...

Sejarah Vihara Ratana Graha Pondok Cabe

 Sejarah Vihara Ratana Graha Pondok Cabe (Sumber Dokumentasi Pribadi) Asal Mula Vihara Ratana Graha Sebelumnya Adalah Kelenteng yang bernama Candra Meta yang kemudian tidak Ter-urus dan di jadikan Vihara dalam Asuhan Bikkhu Saddhaviro Mahathera Vihara ini adalah cabang Vihara ratana graha yang berada di grenville Jakarta Barat yang juga di ampu oleh Bikhhu Saddhaviro. Arti dari Vihara Ratana Graha sendiri adalah Permata yang Mulia (Mempunyai Nilai tinggi) Ratana Permata dan Graha adalah Mulia. Jika dulu Vihara ini Berupa kelenteng yang lebih berbau etnis tionghoa dengan tiga Peribadatan yaitu konfusianisme, taoisme dan Buddhisme maka Vihara Ratana Graha ini adalah tempat Untuk umat Buddha 16 Juni 2015 Vihara ini Resmi dibuka dan sampai saat ini Vihara Sudah ber umur kurang lebih 3 tahun sejak di jadikan Vihara. Ciri Khas Vihara Pada Umumnya sama   Namun dalam Vihara Ratana graha sendiri yang dalam asuhan Bikkhu   Saddhaviro memiliki ciri memadukan reli...