Langsung ke konten utama

Postingan

RESPONDING PAPER 11

RESPONDING PAPER 11 AJARAN BUDDHA TENTANG BHAVANA / MEDITASI a.       Pengertian Bhavana Bhavana berarti pengembangan batin, maksudnya pengembangan batin dalam melaksanakan meditasi/ samadhi. Terdapat dua macam Bhavana, yaitu: 1.       Samatha-Bhavana artinya pengembangan ketenangan batin, atau dengan sebutan lain Samatha-Kammatthana yang artinya ketenangan batin sebagai tujuan dari meditasi/ samadhi dengan memilih salah satu dari 40 obyek dan diantaranya yang terbaik bagi mereka yang pertama kali melatih Samatha Bhavana ialah memakai objek Metta. 2.   Vipassana Bhavana artinya pengembangan pandangan terang. Atau dengan sebutan lain Vippasana Kammathana artinya pendangan terang sebagai tujuan dari meditasi/ samadhi, tanpa memakai objek apapun, melainkan hanya perhatiannya yang ditunjukan kepada gerak-gerik jasmani dan rohani. Istilah Bhavana ini berarti melatih dan mendidik mental dalam arti sepenuhnya, yang bertuj...

RESPONDING PAPER 10

RESPONDING PAPER 10   Ajaran Hindu Dharma Tentang Panca Yadnya a.        Pengertian dan Tujuan dan jenis-jenisnya Panca Yadnya terdiri Atas dua kata, yaitu: “Panca” artinya lima dan “Yadnya” artinya korban suci atau persembahan suci. Jadi Panca Yadnya adalah lima persembahan suci yang tulus ikhlas. Tujuannya adalah untuk untuk menghubungkan diri antara manusia dengan Hyang Widhi beserta semua manifestasinya untuk memperoleh kesucian jiwa dan persatuan Atman dengan Paramatman. Yadnya juga merupakan kebaktian, penghormatan dan pengabdian atas dasar kesadaran dan cinta kasih yang keluar dari hati sanubari yang suci dan tulus iklas sebagai pengabdian yang sejati kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Adapun pelaksanaan Panca Yadnya terdiri dari : Dewa Yadnya, yaitu upacara persembahan suci yang tulus ikhlas kehadapan para dewa-dewa. Bisa dilakukan di dalam pura dan tujuannya yaitu untu mengucapkan rasa bhakti kepada dewa-dewa Butha Yadnya,...

RESPONDING PAPER 8

RESPONDING PAPER 8 Ajaran Buddha Dharma Tentang Etika (Sila) A.  Pengertian dan macam-macam Sila Etika dalam  bahasa yunani yaitu  Ethos. Ajaran Buddha tentang sila adalah  etika Buddhis, kebajikan, atau  perbuatan baik. Buddhagosa dalam  kitab Visuddhimaga menafsirkan sila berbagai berikut : pertama, sila menujukan sikap batin atau  kehendak (cetana). kedua, menunjukan penghindaran (virata) yang  merupakan unsur batin (cetasika). ketiga, menunjukan pengendalian  diri (samvara) dan keempat menunjukan  tiada pelanggaran peraturan yang telah ditetapkan. Menurut bahasa kosa kata pali sila dalam artian etika dan dalam penegrtian sempit yaitu moral. Macam0macam sila ada dua yaitu Kusalakama dan Akusalakama yang artinya kusalakama yaitu perbuatan baik dan akusalakama iyalah perbuatan buruk. B.  Catur Paranitha dan Catur Mara Catur Paramitha ialah sifat –sifat Ketuhanan sifat-sifat ini adalah sumber dari kusala-kama yakni per...

RESPONDING PAPER 7

RESPONDING PAPER 7 Ajaran Hindu Dharma Tentang Etika (Susila)       A. Filsafat Tat Twam Asi Tat Twam Asi merupakan salah satu ajaran agama Hindu. Dalam bahasa sansekerta kata “tat” berasal dari suku kata “tad” yang berarti “itu” atau “dia”. Kata “twam” berasal dari suku kata “yusmad” yang berarti “kamu” dan “asi” yang berasal dari kata “asa” yang berarti “adalah”. Jadi secara sederhana kata “tat twam asi” bisa di artikan “kamu adalah dia” atau “dia adalah kamu”. Kata “kamu” merujuk kepada semua makhluk hidup, sedangkan “dia” merujuk kepada sang hyang widhi. Dalam ajaran ini dikatakan bahwa sanghyang widhi dan makhluk hidup adalah sama. Tetapi kata sama disini jangan diartikan sama secara mutlak, bukan berarti kita sebagai makhluk hidup sepenuhnya sama seperti tuhan hanya saja kita memiliki sifat yang sama dengan tuhan dalam jumlah yang kecil. Dalam diri setiap makhluk terdapat atman (yang menghidupkan makhluk hidup). Atman sendiri merupakan percikan t...

RESPONDING PAPER 6

Responding Paper 6 Ajaran Budha Dharma Tentang Manusia dan Alam A. Penciptaan Manusia Dalam agama Buddha, manusia ada bukan merupakan hasil ciptaan, melainkan akibat dari proses yang terjadi terus-menerus, sehingga akhirnya terbentuklah manusia. Proses keberadaan manusia ini dipengaruhi oleh ajaran mengenai alam semesta. Adanya manusia adalah dari proses cahaya yang nantinya akan lahir kembali dan berubah dari suatu keadaan kepada keadaan lain, sampai adanya manusia. Keberadaan manusia ini sangat dipengaruhi oleh sebab dan akibat. Proses sebab akibat ini dikenal dengan proses tumimba lahir. Proses tumimba lahir adalah sebab musabab yang saling bergantungan. Proses ini berhubungan dengan bagaimana mengatasi penderitaan hidup yang berulang-ulang, tanpa mempedulikan asal-usul kehidupan yang pertama. Segala sesuatu yang terjadi tergantung pada kejadian yang mendahului atau mengkondisikannya, inilah yang disebut sebab. Manusia akan mengalami kelahiran kembali dan keadaannya akan t...

RESPONDING PAPER 5

RESPONDING PAPER 5 Ajaran Hindu Dharma Tentang Manusia dan Alam A. Penciptaan Manusia Manusia menurut ajaran agama Hindu terdiri dari tubuh dan jiwa atau roh. Tubuh merupakan wujud yang kelihatan dan yang bersifat fana. Ada saatnya nanti tubuh ini mengalami kebinasaan. Sedangkan jiwa atau roh itu bersifat kekal. Hal ini dapat dilihat dari petikan kitab Bhagawad Gitta II.16 dan Bhagawad Gitta II. 20 di bawah ini: "Apa yang tak akan pernah ada; apa yang ada tak akan pernah ada; apa yang ada tak akan pernah berhenti ada; keduanya hanya dapat dimengerti oleh orang yang melihat kebenaran. Yang tak pernah lahir dan mati; juga setelah ada tak akan berhenti ada, tidak dilahirkan, kekal, abadi, selamanya, tidak mati dikala tubuh jasmani mati." Dalam agama Hindu diajarkan bahwa penciptaan manusia melalui Sari pancamahabhuta yang bersatu dengan bumi kemudian menciptakan sadrasa (enam rasa), yaitu: rasa manis, pahit, asam, asin, pedas, dan sepat. Kemudian unsur-unsur ini berc...

RESPONDING PAPER 4

RESPONDING PAPER 4 AJARAN BUDHA DHARMA TENTANG KETUHANAN a.       -Konsep ketuhanan Sebagaimana kita ketahui, banyak agama-agama di dunia ini yang memfokuskan perhatiannya terhadap pemujaan pada tuhan & Makhluk-makhluk suci lainnya, namun dalam ajaran budha tidak membicarakan tentang tuhan atau tokoh yang dipertuhankan oleh karena agama budha ialah religi humanitis artinya segala sesuatunya berpusat pada diri manusia sendiri dengan kekuatannya yang dapat dikembangkannya hingga mencapai kesempurnaan (nibbana). Jika tujuan hidup umat budha bukan untuk kembali kepada asalnya yaitu tuhan, melainkan untuk masuk ke dalam nirwana. b.     - Adi budha Adakah konsep ketuhanan agama budha yang digunakan oleh budhaisme di indonesia, nama ini digunakan oleh Y.M. Ashin jinarakkhata pada saat (pencetus nama itu) membangkitkan Budhaisme di Indonesia mengingat sila pertama dasar negara Indonesia (pancasila) yang berbunyi ‘ketuhanan yang mah...